Berita

Anda di sini

Depan / Berita


Berita Nusa Tenggara Timur

Mempersiapkan Orang Muda Untuk Pariwisata Minat Khusus Tenun Ikat Sumba Timur



Menurut World Tourism Organization (1985), Pariwisata Minat Khusus didefinisikan sebagai “pariwisata minat khusus melibatkan kelompok atau individu dan dijalankan oleh mereka yang ingin mengembangkan minat tertentu serta mengunjungi situs-situs atau tempat-tempat yang berhubungan dengan hal yang spesifik”.

Alternatif Pengolahan Cumi untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Pero Konda, Sumba Barat Daya



Blue Carbon Consortium (BCC) yang merupakan kolaborasi antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) dan  Training and Facilitation for Natural Resources Management (TRANSFORM) telah bekerja sejak bulan September 2015 di Sumba dengan dukungan program Kemakmuran Hijau – Millenium Challenge Account Indonesia (MCA Indonesia) untuk Proyek Pengelolaan Pengetahuan Pembangunan Sumberdaya Pesisir Rendah Emisi telah melakukan pendampingan terhadap beberapa desa di

Menangkap Peluang Replikasi Aktivitas Peningkatan Ekonomi Ramah Lingkungan untuk Sumba Barat



Proyek Kemakmuran Hijau MCA Indonesia hingga saat ini telah tiba pada tahap implementasi kegiatan. Dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai aktivitas tersebut, pada Selasa 22 Agustus 2017 Pemerintah kabupaten Sumba Barat melaksanakan rapat koordinasi. Rapat berlangsung di Aula Bappeda dan melibatkan beberapa SKPD serta penerima hibah untuk Proyek Kemakmuran hijau MCA Indonesia yang memiliki lokasi program di kabupaten Sumba Barat.

Perempuan Berdaya, Masyarakat Berdaya



Pemberdayaan masyarakat adalah proses membangun dan mengembalikan kepercayaan diri masyarakat bahwa mereka  sebenarnya mampu berbuat sesuatu sehingga mereka mampu membangun diri mereka sendiri dalam menjawab kebutuhan dasar mereka, mencapai kehidupan yang lebih baik, dan terus berkembang secara berkelanjutan. Perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat menjadi salah satu elemen kunci dalam proses pemberdayaan itu sendiri.

Melestarikan Alam, Menjaga Budaya dan Merawat Mimpi Bersama ‘Lumpur Emas’ Di Sumba



 “Lumpur emas di sumba” adalah tema yang diangkat dalam Diskusi hijau yang difasilitasi Yayasan BaKTI tanggal 10 Agustus 2017 lalu di aula Rumah Budaya, Sumba Barat Daya – NTT. Diskusi ini diadakan untuk berbagi praktik baik dan kisah sukses dari program GADING yang dilakukan oleh Yayasan Rumah Energi. Lewat diskusi ini juga  menjadi ruang dialog antar mitra/grantee maupun peserta lainnya untuk saling berbagi pengalaman dan membangun sinergi dalam kegiatannya.

Belajar Rencana Bisnis Berbasis Energi Baru Terbarukan



Pulau Sumba menjadi pulau terpilih di Indonesia Sejak Hivos memulai inisiatif Pulau Ikonik di tahun 2010. Program Sumba Pulau Iconic (SII) melakukan kegiatan  dalam menyediakan akses terhadap bentuk-bentuk energi terbarukan yang dapat diandalkan oleh penduduk pulau Sumba dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan meningkatkan aktifitas kegiatan ekonomi produktif masyarakat Sumba.

Menenun Mimpi Bersama Para Pelestari Tenun Ikat Pewarna Alam di Sumba Timur



Ada yang sangat istimewa dari kehidupan orang Sumba, yaitu soal kemampuannya menerjemahkan hidup kesehariannya dalam simbol-simbol yang digambarkan melalui berbagai media komunikasi dan informasi. Salah satu media tersebut adalah kain tenun ikat, yang pada awalnya dibuat untuk keperluan ritual magis. Kain tenun ikat ini ada yang sudah berumur ratusan tahun tetapi tetap awet dengan warna dan coraknya.

Pengelolaan Keuangan Keluarga untuk Perbaikan Kesejahteraan dan Ketahanan Keluarga



Perempuan pedesaan memiliki peran yang besar dalam mengatur kondisi keuangan rumah tangga. Mayoritas rumah tangga petani berada pada posisi subsistensi (orientasi produksi masih pada konsumsi sendiri), yang ditandai secara struktural kondisi kehidupan yang cenderung minimalis dengan melakukan usaha-usaha kecil untuk bisa bertahan hidup.  Secara kultural petani enggan mengambil risiko untuk mengatasi permasalahan subsistensinya. Upaya bertahan hidup ini merupakan kondisi yang erat dengan garis kemiskinan, ditandai dengan kekhawatiran kekurangan pangan.

Halaman