Berita

Anda di sini

Depan / Berita


Berita Nusa Tenggara Timur

Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani Dalam Bidang Hukum dan Ekonomi di Sumba Timur



Pada tanggal 3-8 Juli 2017, Universitas Indonesia bekerja sama dengan Kemitraan Indonesia (The Partnership for Governance Reform) menyelenggarakan program pengabdian masyarakat dalam bentuk penguatan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT). Program pelatihan yang dilakukan selama enam hari ini bertajuk “Penguatan Kapasitas Kelompok Wanita Tani di Bidang Hukum dan Ekonomi Dalam Membangun Wirausaha Perhutanan Sosial Yang Produktif dan Berkelanjutan” dan dilakukan di Desa Umalulu, Kecamatan Melolo, Kabupaten Sumba Timur.

Nelayan Unggul Sebagai Tulang Punggung Ekonomi Maritim



Sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu keunggulan komparatif yang berpotensi untuk dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat dan menciptakan peluang bagi masyarakat dalam meningkatkan produksi dan produktivitasnya serta menjadi keunggulan kompetitif untuk menggerakkan perekonomian daerah. Salah satu usaha bidang kelautan dan perikanan, non hayati, yang dapat menggerakkan perekonomian daerah dan dapat  diupayakan diwilayah pesisir adalah usaha perikanan tangakap.

Geliat Desa Dan Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya Alammya



Konsorsium SMDK saat ini sedang berupaya melembagakan kegiatan-kegiatan pengelolaan sumber daya alam yang dilakukan oleh masyarakat, baik berupa pengelolaan kebun, pengembangan wana tani maupun konservasi ke dalam tata kelola kebijakan di tingkat desa. Dukungan kebijakan desa diyakini mampu membuat prakarsa pengelolaan sumber daya alam tersebut bisa berkembang lebih luas dan langgeng. Meski inisiatif pengelolaan sumber daya alam oleh masyarakat sudah bermunculan di bayak desa tetapi respon kebijakan pemerintah desa cenderung lambat.

Buku Mulok Tenun Ikat: Inspirasi Buku Bacaan Untuk Dokumentasi Kearifan Lokal



Konsorsium Samdhana NTT yang beranggotakan Samdhana Institute, Yayasan Sekar Kawung dan Kelompok Tenun Ikat Paluanda Lama Hamu saat ini sedang mengerjakan sebuah proyek berjudul” Menguatkan Budaya-Ekologi dan Ekonomi Tenun Pewarna Alam Dalam Rangka Pembangunan Rendah Emisi di Sumba Timur” dengan dukungan dari Millenium Challenge Account Indonesia lewat Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (Jendela 2), di Sumba Timur.

 

Menjadikan Laut sebagai Ladang Peningkatan Kesejahteraan



Blue Carbon Consortium (BCC) yang merupakan kolaborasi antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) dan  Training and Facilitation for Natural Resources Management (TRANSFORM) telah bekerja sejak bulan September 2015 di Sumba dengan dukungan program Kemakmuran Hijau – Millenium Challenge Account Indonesia untuk Proyek Pengelolaan Pengetahuan Pembangunan Sumberdaya Pesisir Rendah Emisi telah melakukan pendampingan terhadap beberapa desa di Sumba. 

Menangkap Peluang Usaha Berbasis Bio-Slurry



Sejak tahun 2015 Konsorsium HiVOS telah memulai misi untuk meningkatkan kegiatannya di bidang energi terbarukan dan hijauan makanan ternak ( HMT ) perspektif gender yang diaplikasikan dalam kegiatan untuk mengintensifkan pemanfaatan ampas biogas melalui Program BIRU dan mengembangkan produksi tanaman Lemna sp oleh petani untuk meningkatkan pemanfaatan tanaman tinggi kandungan protein tersebut sebagai pakan ternak dan ikan.

Datangkan Uang Ke Rumah Dengan Bioslurry



“Tahun ini di Lewa panen kami sangat sedikit karena ada serangan hama tikus dan keong mas. Untuk lahan sawah seluas 1 hektar hanya menghasilkan 7 -10 karung saja ( 1 karung = 100kilogram) atau setara 700-1000 kilogram. Namun di sawah saya yang memakai bioslurry, tidak terkena serangan hama sama sekali sehingga saya bisa panen sampai 40 karung atau 4000 kilogram.

Tak Sekadar Memandu, Pramuwisata Juga Mewakili Citra Bangsa



Desa Mondu merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Kanatang. Letaknya berjarak 42 km dari Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur dan merupakan desa pesisir. Memiliki luas wilayah sebesar 97,8 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 1347 jiwa.

Halaman