Berita

Anda di sini

Depan / Berita


Berita Nusa Tenggara Timur

Membangun Kesadaran Kritis Untuk Pemenuhan Hak-hak Perempuan



Laki-laki dan perempuan berada di muka bumi ini mempunyai tugasnya masing-masing. Tugas itu bisa berupa tugas alami atau kodrati dan tugas yang melekat padanya karena bangunan atau konstruksi sosial, adat, agama dan masyarakat di mana mereka huni. Masing-masing ada jatahnya. Berpijak pada analisis gender yang bertujuan untuk menghapus kesalahpahaman masyarakat tentang dua kata “gender dan sex” juga bertujuan untuk menghilangkan ketidakadilan gender (gender inequality).

Mengawal Bersama Implementasi Proyek Kemakmuran Hijau di Sumba Tengah



Menjelang berakhirnya proyek Kemakmuran Hijau dukungan Millenium Chalengge Account (MCA) Indonesia di Pulau Sumba pada bulan Desember 2017 nanti, sejumlah mitra/penerima hibah MCA Indonesia yang bekerja di wilayah Sumba Tengah di undang oleh Bappeda Sumba Tengah untuk mengikuti pertemuan “Evaluasi Kegiatan Kerjasama Kemitraan MCA-Indonesia” di ruang Sekber (Sekretariat Bersama) Bappeda Sumba Tengah, Kompleks Pemerintahan Makatul, tanggal 29 Mei 2017 yang lalu.

Potensi Masyarakat Lokal dalam Pengembangan Ekowisata di Sumba Barat



Pada tanggal 29-30 Mei 2017 Blue Carbon Consortium (BCC) yang merupakan kolaborasi antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) dan  Training and Facilitation for Natural Resources Management (TRANSFORM) mengadakan kegiatan Pelatihan Pemandu Ekowisata lokal berlokasi di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat.

Kesetaraan Gender Untuk Kesejahteraan Bersama



Bertempat di Aula Hotel Sinar Tambolaka kabupaten Sumba Barat Daya pada tanggal 23-24 Mei 2017 lalu Konsorsium Pembangunan Berkelanjutan NTT yang dikoordinator oleh CIS Timor dan beranggotakan 9 lembaga yaitu Yayasan Wali Ati (Yasalti), Yayasan Harapan Sumba (YHS), Satu Visi, Koppesda, Pakta, Pelita Sumba, Waimaringi dan Bengkel Appek melaksanakan kegiatan Pelatihan “Gender Mainstreaming Dan Hak-Hak Warga Dalam Pengelolaan Sumberdaya Pertanian, Peternakan Dan Sumber Ekonomi Tahap  II” untuk wilayah DAS Mangamba Ketewel.

 

Workshop Integrasi RADesa untuk Mitigasi Pengurangan Emisi GRK ke dalam Rencana Pembangunan Desa - Sumba Barat Daya



Setelah dilaksanakan di kabupaten Sumba Timur, Konsorsium Pembangunan Berkelanjutan NTT  mengadakan Workshop integrasi rencana aksi desa untuk mitigasi pengurangan emisi gas rumah kaca ke dalam rencana pembangunan desa  tanggal 19 - 20 Mei 2017 di Sumba Barat Daya yang bertempat di Aula Hotel Sinar Tambolaka Sumba Barat Daya. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong integritas isu pertumbuhan rendah emisi dalam rencana pembangunan desa.

Satu Sungai, Satu Perencanaan, Satu Tata Kelola



Konsorsium Subur Makmur Daerah Aliran Sungai Kadahang (Konsorsium SMDK) adalah salah satu penerima hibah pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat dari Millenium Challenge Acount Indonesia dengan program “Pengembangan Wanatani dan Tata Kelola DAS Kadahang di Sumba Timur” yang mulai bekerja sejak bulan Agustus 2016 dan beranggotakan sekitar 5 lembaga yaitu Yayasan Bumi Manira- Studio Driya Media (lead consortium), Yayasan Kuda Putih Sejahtera, Marada, Maaster dan Pahadang Manjoru, dengan wilayah kerja mencakup wilayah Sumba Timur dan Sumba Tengah.

Rencana Aksi Desa dan Kajian Lingkungan Hidup Dalam Sinergi Program Kegiatan Perencanaan Desa



Salah satu penerima hibah Pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat/Jendela 2 dari Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia yang mulai bekerja di Pulau Sumba sejak bulan Juli 2016, adalah Konsorsium Pembangunan Berkelanjutan Nusa Tenggara Timur (KPB NTT). KPB NTT dikoordinator oleh CIS Timor dan beranggotakan 9 lembaga yaitu Yayasan Wali Ati, Yayasan Harapan Sumba, Satu Visi, Koppesda, Pakta, Pelita Sumba, Waimaringi dan Bengkel Appek.

Diversifikasi Usaha Koperasi Berbasis Energi Alternatif



Sumba merupakan salah satu pulau besar yang ada dalam jajaran pulau-pulau di provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski pulau Sumba dikenal sebagai pulau yang sangat kaya akan potensi alam dan budaya namun sumber daya masyarakat yang ada di pulau ini masih tergolong rendah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya SDM di Sumba. Salah satunya adalah akses terhadap energi. Susahnya akses terhadap energi berdampak pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang juga mempengaruhi kesempatan mendapatkan pendidikan oleh masyarakat.

Halaman