Berita

Anda di sini

Depan / Berita


Berita Nusa Tenggara Timur

Menjelajah dan Mengenal Potensi Pesisir Sumba Barat Daya (Part-1)



Beberapa orang yang pernah berkunjung ke Sumba selalu memiliki niat untuk kembali lagi. Sebuah niat untuk kembali menjelajah negeri yang dikenal dengan negeri Marapu ini. Seakan waktu yang mereka miliki tak pernah cukup untuk memuaskan rasa penasaran dan kagum mereka pada Pulau Sumba, pulau seribu kuda.

Menggalang Potensi Kaum Muda Untuk Masa Depan Pariwisata Sumba



Nusa Tenggara Timur khususnya kabupaten Sumba Timur menjadi magnet baru setelah Kawasan Flores yang terkenal dengan Komodo, Wairebo, dan Kelimutu. Potensi daya tarik wisata di Sumba Timur sangat besar dan hanya sebagian kecil termanfaatkan baik oleh pemerintah lokal ataupun masyarakat setempat. Sumba Timur mempunyai ciri khas yang berbeda, sabananya dilengkapi dengan kuda-kuda liar serta ternak yang bebas berkeliaran. Sungai-sungai cantik mengalir hampir di semua wilayah. Kampung-kampung adat warisan megalitik masih terjaga keutuhannya.

Investasi Pengetahuan Bagi Pokdarwis Prailengu



Siang itu penunjuk suhu di handphone menunjuk angka 31 derajat, namun udara panas itu tidak menyurutkan niat sekelompok laki-laki dan perempuan untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh fasilitator. Mereka berdiri membentuk lingkaran dan mulai mengedarkan sebuah bola kasti dengan kecepatan yang sudah ditentukan, ketika bola diedarkan setiap peserta wajib memperkenalkan namanya lalu berterima kasih serta melemparkan bola pada orang di depannya sambil menyebut nama orang tersebut.

Meningkatkan Marwah Desa Lewat Penyusunan Kebijakan Desa Yang Partisipatif



Proyek Subur Makmur DAS Kadahang (SMDK) adalah salah satu konsorsium yang saat ini didukung oleh Millenium Challenge Account Indonesia dan sedang merintis penerapan Satu DAS (Daerah Aliran Sungai) – Satu Tata Kelola, baik tentang pengelolaan sumber daya alam di tingkat desa, antar desa dan antar kawasan yang terintegrasi dalam satu kesatuan yang saling memberikan kontribusi positif maupun ditunjang dengan adanya aturan/kebijakan/kearifan lokal yang membuka ruang untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat sesuai amanat pasal 33 UUD 1945 dan UU No 6/2014 tentang Desa.

Berkenalan dan Berguru pada Tanaman Kakao



Salah satu bentuk konkrit dari sebuah hubungan persahabatan adalah adanya kesadaran untuk saling menopang dan menjaga satu sama lain. Hubungan timbal balik tanpa ada paksaan membuat sebuah persahabatan mampu bertahan dalam waktu yang lama. Demikian pula dengan persahabatan manusia dan alam. Keduanya perlu saling menopang dan menjaga, perlu saling memberi dan menerima agar keseimbangan alam ini tetap terjaga.

Meningkatkan Produktifitas Petani Lewat Berbagi Pengetahuan



Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian penduduknya menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Sejak kemerdekaan, sektor pertanian domestik mengalami pasang surut. Dalam perkembangan ekonomi domestik tersebut, sektor pertanian seringkali diarahkan untuk mampu mendukung sektor industri yang diupayakan agar menjadi sektor tangguh. Salah satu dukungan sektor pertanian kepada sektor industri misalnya dalam hal penyediaan bahan baku.

Bersahabat dengan Alam - Praktik Pembuatan Pupuk Organik



Hari sudah mulai sore ketika kami menuju desa Matalombu tepat seusai kegiatan diskusi dan pembukaan sekolah lapang berakhir di Aula Paroki Elopada selasa, 7 Maret 2017. Sempat salah jalan serta medan yang berat dan mengharuskan saya turun dari boncengan membuat kami tiba agak terlambat di lokasi. Ketika tiba di sana, kami langsung menuju ke lahan bapak Alex Umbu Nggoda yang menjadi tempat praktek pembuatan pupuk organik padat.

Mewujudkan Harapan, Memerangi 'Aliran Sesat' dalam Dunia Pertanian



Pembukaan Sekolah lapang yang dikemas dalam sebuah diskusi bersama tiga wilayah di Wewewa yakni Wewewa Timur, Wewewa Barat dan Wewewa Tengah dengan tema “Petani Kakao Berdaya Dalam Sistem Pemeliharaan Kakao Yang Berstandar Melalui Intervensi P3S+R” berlangsung pada hari Selasa, 7 Maret 2017. Kegiatan yang dilakukan di Aula Paroki Elopada Wewewa Timur kabupaten Sumba Barat Daya – NTT ini melibatkan 19 kelompok tani kakao yang berada dalam dampingan tiga wilyah tersebut serta para pendamping lapangannya.

Halaman