Berita

Anda di sini

Depan / Berita


Berita Sulawesi Barat

Pemutaran Video Animasi Dan Sosialisasi Buku Komik “Mari Mengenal Energi Baru Terbarukan” Di Mamasa

Mamasa adalah salah satu kabupaten di Sulawesi Barat yang memiliki potensi salah satu sumber energi baru terbarukan yang cukup besar, yakni arus air. Kabupaten ini memiliki banyak sungai yang debit airnya cukup besar untuk dijadikan sumber energi baru terbarukan.  Sumber daya alam (SDA) yang melimpah harus didukung dengan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas pula sehingga SDA bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan bijak. Membekali pelajar dengan pengetahuan tentang sumber daya alam adalah salah satu upaya untuk mempersiapkan SDM yang berkualitas.

PEMUTARAN VIDEO ANIMASI DAN SOSIALISASI BUKU KOMIK "MARI MENGENAL ENERGI BARU TERBARUKAN" DI MAMUJU

Pernah engkau melihat lingkungan sangat sehat

Bersih indah dan sehat membuat hati terpikat

Bersih hijau dan sehat mebuat hati terpikat
Alamnya serba asri, orangnya penuh kasih

Sejuk dan segar hawanya bikin semua betah”

Workshop Pengembangan Kapasitas Aparat Dalam Pengusulan TAHURA

Workshop Pengembangan Kapasitas Aparat Dalam Pengusulan TAHURA

 

Workshop Peningkatan Kapasitas KPH untuk Pembangunan Sosial Forestry pada Blok Pemberdayaan KPH

PETUAH sebagai salah satu penerima Hibah Pengetahuan Hijau Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia, baru-baru ini telah melakukan kegiatan Workshop Peningkatan Kapasitas KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) untuk Pembangunan Sosial Forestry  Pada Blok Pemberdayaan KPH pada tanggal 18 Juni 2016 bertempat di Hotel D’Maleo Mamuju Sulawesi Barat.

Pemutaran dan Diskusi Film 'Kita Alam dan Masa Depan' Di Kabupaten Mamasa

Mamasa adalah salah satu Kabupaten di Sulawesi Barat yang menjadi lokasi Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia. Kabupaten yang terbentuk di tahun 2002 ini berjarak sekitar 160km dari Mamuju, ibukota provinsi.

Pemutaran dan Diskusi Film 'Kita, Alam dan Masa Depan', Di Kabupaten Mamuju

 

Diskusi Hijau "Desa Membangun untuk Indonesia Hijau

Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya potensi sumber daya alam. Namun hingga 70 tahun merdeka, kekayaan alam itu belum dikelola dengan maksimal, salah satunya karena paradigma pembangunan yang menempatkan desa sebagai obyek yang kurang diberdayakan. Masyarakat miskin pada umumnya ada di desa-desa terpencil. Desa menjadi identik dengan keterbelakangan, tempat penumpukan angkatan kerja produktif yang menganggur menunggu peruntungan untuk mendapatkan pekerjaan. Kerusakan lingkungan juga cenderung meningkat karena seringnya berbenturan dengan aktifitas pemenuhan kebutuhan hidup.

Seminar Diseminasi Hasil Gap Assessment “Potret Sosial Ekologi Desa

Konsorsium Hijau mendapat dukungan dari MCA-Indonesia untuk menyelenggarakan proyek Pemimpin Muda Berwawasan Hijau. Proyek ini mengembangkan kapasitas kuum muda untuk menangani krisis sosial-ekologi di enambelas desa di  Indonesia, dua di antaranya berlokasi di Kab. Mamuju, Sulawesi Barat.

Halaman