KPH Mamuju Dorong Integrasi dan Sinergi Program dengan Para Pihak

Anda di sini

Depan / KPH Mamuju Dorong Integrasi dan Sinergi Program dengan Para Pihak

Pesan peringatan

Not able to connect with Facebook

KPH Mamuju Dorong Integrasi dan Sinergi Program dengan Para Pihak

Pasca Rapat Koordinasi MCA-I Provinsi Sulawesi Barat tanggal 26 Juli 2017, Konsorsium Pembangunan Hijau Mamuju (KPHM) yang terdiri dari gabungan beberapa lembaga dari provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yakni SCF, YAPPER, Serikat Perempuan Mamuju (SPM), dan SANDE Institute, bersama Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) dan CV IDEAS Consultancy and Service  bergerak cepat memastikan tahapan-tahapan proyek terlaksana sesuai rentang waktu dan target proyek, minimal sampai Desember 2017.

KPHM sebagai salah satu lembaga penerima hibah MCA-Indonesia untuk Proyek Kemakmuran Hijau bekerja dari Hulu ke Hilir bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan mengurangi emisi gas rumah kaca. Di Hulu mereka mendampingi masyarakat untuk membangun Kebun Energi Rendah karbon, yakni dengan menanam tanaman kaliandra merah di atas lahan seluas 748 Ha. Kaliandra ini nantinya akan diolah menjadi Wood Pellet, salah satu sumber energi terbarukan dan menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Sementara di Hilir akan dibangun sebuah pabrik industri wood pellet berkapasitas produksi sebanyak 7.200 ton/tahun.

 

Capaian Project

Project Director KPHM, Awaluddin yang ditemui di kantornya di Mamuju, mengemukakan sejumlah capaian project KPHM sampai bulan Juli 2017 ini, di antaranya adalah : Dokumen final Laporan Feasibility Study (FS) dan Detailed Enginering Design (DED) yang telah mendapatkan review dan persetujuan dari tim panel MCA-Indonesia untuk Pembangunan Industri Wood Pellet; Berjalannya Pengorganisasian Masyarakat dalam Kelembagaan Kelompok Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan Rakyat/Milik, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) di 4 Desa/ Kelurahan yaitu Desa Pammulukang, Pokkang, Guliling dan Kelurahan Bebanga di wilayah Kecamatan Kalukku; Tersusunnya Dokumen Safeguard Proyek antara lain: Project Social Gender Integration Plan (P-SGIP), Landscape and Lifescape Analysis (LL-Analysis), Kerangka Kerja Sistem Pengelolaan Lingkungan (ESMS) dan dokumen UKL-UPL; Terselenggaranya berbagai kegiatan peningkatan kapasitas : pertemuan reguler kelompok, Forum Dialog Multipihak, Pelatihan Kepemimpinan dan Keoorganisasian Perempuan, Bimbingan Teknis, dan Pelatihan Pengelolaan Hutan Lestari.

 

Capaian lainnya adalah terbentuknya Koperasi “KSU Kalukku Hijau” sebagai wadah bersama seluruh anggota kelompok pengelola Kebun Energi yang telah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Koperasi & UKM; juga telah disepakatinya Badan Hukum Perseroan Terbatas (PT) Mamuju Bio Energi Angngatangta sebagai Operator Pabrik Wood Pellet dan telah mendapatkan Pengesahan dari Kementerian Hukum & HAM; sedangkan pada aspek perijinan  capaian yang diperoleh adalah terbitnya dokumen legal dan perijinan pembangunan Pabrik wood pellet seperti SITU/SIUP/ TDP/ HO/NPWP/BPJS Ketenagakerjaan/Akte Notaris Pendirian PT, serta  Izin Prinsip, Izin Lingkungan, Rekomendasi Kesesuian Lahan Industri dan IMB dari Dinas PU & Tata Ruang.

“Pencapaian itu terjadi berkat dukungan dari berbagai pihak, khususnya partisipasi masyarakat yang begitu antusias ingin melihat perubahan pada kehidupannya melalui usaha pengembangan usaha wood pellet,” kata Awal. Ditambahkannya, dukungan dari Pemerintahpun tak kalah pentingnya, mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten hingga provinsi. Oleh karena itu untuk memastikan capaian-capaian tersebut terjaga dan berkesinambungan, Konsorsium KPH Mamuju mendorong integrasi dan sinergi program dengan Pemerintah.

 

Sinergitas untuk Keberlanjutan

Proses Integrasi dan sinergitas berlangsung sepanjang berjalannya proyek. Beberapa isu penting  yang didesakkan kepada Pemerintah itu misalnya pada kelompok-kelompok “Kebun Energi” yang telah terbentuk di empat 4 desa/kelurahan di Kecamatan Kalukku. Konsorsium KPHM berharap dukungan dari Badan Penyuluh kabupaten/provinsi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kab/provinsi, serta Dinas Kehutanan Provinsi melalui KPHP Karama untuk memberikan pendampingan dan asistensi teknis praktek-praktek penerapan pengelolaan hutan/lahan berkelanjutan. Sehingga dapat juga diterapkan atau direplikasi di desa-desa lainnya di Sulawesi Barat. Demikian pula pada perluasan pembangunan kebun energi Kaliandra, kiranya dapat dibuka peluang bagi desa-desa lainnya di wilayah kerja KPHP Karama untuk menjadi Pemasok bahan baku ke industri wood pellet.

 

Sementara di bidang regulasi, diharapkan dapat dikeluarkan regulasi terkait penerapan kebijakan melalui Perda atau Perbup tentang Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan. Kemudian terkait Pengembangan “Desa Energi Mandiri” melalui pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan, didorong pemanfaatkan wood pellet sebagai bahan bakar ramah lingkungan bagi UMKM dan Rumah Tangga melalui kompor energy pengganti tabung gas elpiji tiga kilogram.

 

 

Hal penting lainnya adalah pendampingan terhadap Koperasi “KSU Kalukku Hijau” melalui kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas bagi Pengurus/Pengawas dan anggota Koperasi. Selain itu pada aspek lainnya, didorong pemanfaatan “Kebun Energi Kaliandra Merah” sebagai penggerak ekonomi desa melalui pembuatan  demplot pengembangan budidaya lebah madu-kaliandra dan kebun benih kaliandra, dan bantuan ternak sapi atau kambing  untuk penggemukan kepada Kelompok  melalui pemanfaatan daun Kaliandra sebagai pakan ternak.

 

Untuk menunjang pembangunan Kebun Energi, akan dibangun 10 unit persemaian yang dikelola oleh kelompok. Persemaian ini akan memproduksi kurang lebih 2 juta pohon kaliandra merah sebagai sumber bahan baku bagi industri wood pellet. Selain itu dikembangkan tanaman MPTS seperti : Pala; Durian; melalui penerapan sistem agroforestry di lahan-lahan HTR maupun lahan milik masyarakat yang tergabung dalam koperasi KSU Kalukku Hijau.

Terkait dengan pabrik industry wood pellet yang tidak lama lagi akan berdiri, Konsorsium KPH Mamuju membuka peluang kerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi agar nantinya dapat meningkatkan kapasitas industri pabrik wood pellet dengan memfasilitasi pembentukan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan Kemitraan Kehutanan melalui share holders atas kepemilikan Industri Wood Pellet.

 

Semangat Optimisme Konsorsium

 

Pada sisa waktu hingga Desember 2017, Konsorsium KPH Mamuju telah menyusun agenda prioritas yang penting dicapai yakni terbitnya dokumen IMB pabrik wood pellet dariDinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PM&PTSP) Kab. Mamuju, serta penerbitan dokumen IUIPHHK (Ijin Usaha Industri Primer Hasil Hutan Kayu) dari BKPM Pusat, atas nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.. “Sekarang kami sedang dalam persiapan lelang konstruksi, pengadaan mesin IWP, dan Instalasi listrik 240 KVA. Bila pemenangnya sudah ada, kami segera terbitkan SPK (Surat Perintah Kerja) pembangunanya,” jelas Awal. 

 

Ditambahkan oleh Khaeruddin, Outcome Leader KPMH,  bahwa dalam waktu dekat, KPHM akan mengajak para Kelompok binaan untuk studi banding (kunjungan belajar) pengelolaan kebun energi dan industri wood pellet di daerah yang sudah sukses mengembangkannya. Di Bulan Oktober, bibit Kaliandra merah yang disemaikan pada Bulan Juli lalu akan dipindahkan ke lahan lokasi HTR dan lahan milik masyarakat untuk ditanam. Kemudian di Bulan November upaya promosi dan negosiasi pemasaran wood pellet akan digiatkan. Terakhir yang paling ditunggu adalah terbangunnya konstruksi pabrik wood pellet, dan dimulainya uji coba mesin wood pellet pada akhir tahun 2017.

Awaluddin selaku Project Director yang hari itu (16/8) didampingi dengan tiga  Outcome Leader Tim Konsorsium (Leader Pembangunan Pabrik/Industry; Leader Pembangunan Kebun Energy; dan Leader Partisipasi Masyarakat & Koordinasi antar Pihak), mengakui bahwa tidak mudah mendorong proses integrasi dan sinergitas program dengan pemerintah dan swasta, meskipun begitu dia tetap optimis bahwa apa yang dicita-citakan untuk membangun Visi Pembangunan Hijau di Sulawesi Barat dapat diwujudkan. Segala hambatan dan rintangan dijadikannya sebagai tantangan dan motivasi untuk bekerja lebih keras. “Saya tetap optimis, dengan keyakinan yang kuat didukung oleh Tim yang solid atas dukungan Masyarakat dan Pemerintah, serta tentunya dari MCA-I, kami dapat merealisasikan rencana-rencana kami sampai akhir tahun ini,” ungkapnya penuh semangat.

Feedback
Share This: