Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Komik “Mari Mengenal HHBK”: Jaga Hutanmu agar Tetap Lestari

Anda di sini

Depan / Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Komik “Mari Mengenal HHBK”: Jaga Hutanmu agar Tetap Lestari

Pesan peringatan

Not able to connect with Facebook

Pemutaran Video Animasi dan Sosialisasi Komik “Mari Mengenal HHBK”: Jaga Hutanmu agar Tetap Lestari

Suasana kamis pagi, 05 Oktober 2017 masih terasa dingin, karena lokasi acara pemutaran video animasi dan sosialisasi buku komik berdekatan dengan kawasan hutan dan menjadi wilayah yang paling utara, tepatnya di Desa Teratak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Teratak menjadi lokasi berikutnya setelah kegiatan serupa juga diselenggarakan di Kabupaten Lombok Utara.
Tepat pukul 09.30 Wita, riuh suara mulai terdengar dari 100 orang peserta yang berasal dari kelas 4, 5 dan 6 menjadi rangkaian pembuka kegiatan hari itu. Peserta mulai duduk rapi sesuai arahan dari pemandu acara yaitu Kak Wawan dan Kak Husnul dari Kerajaan Dongeng NTB. Para peserta dikelompokkan menjadi lima bagian. Para kelompok diberi nama sesuai dengan potensi Hasil Hutan Bukan Kayu yang ada di Lombok, yaitu Kelompok Kemiri, Kelompok Madu, Kelompok Bambu, Kelompok Gula Aren dan Kelompok Wood Pellet/pelet kayu.
Dengan mengeluarkan jurus dari kerajaan dongeng, Kak Wawan dalam sekejap mampu membuat anak-anak duduk rapi dan mengikuti apa yang Kak Wawan perintahkan. Setelah anak-anak duduk rapi barulah diberikan pre test guna melihat pemahaman anak-anak terkait Hasil Hutan Bukan kayu (HHBK). Ruangan begitu tenang. Tidak ada satu pun peserta yang berbicara. Mereka khusyuk mengerjakan soal yang disiapkan oleh tim dari Yayasan BaKTI. Tepat pada menit kelima, anak-anak diminta untuk mengumpulkan pre test yang sudah dijawab.

 

Pre test sudah terkumpul. Ini menandakan bahwa rangkaian kegiatan yang pertama sudah berakhir dan kegiatan selanjutnya akan segera dimulai. Sambutan sekaligus perkenalan kepada semua pihak terutama tamu undangan dalam hal ini bapak dan ibu guru adalah kegiatan yang selanjutnya dilangsungkan. Perkenalan sekaligus sambutan pertama adalah dari Ibu Ita Ibnu yang merupakan wakil dari yayasan BaKTI. Dalam sambutannya, BaKTI diperkenalkan sebagai sebuah lembaga yang fokus dalam pertukaran pengetahuan. Tugas BaKTI dalam proyek yang didanai oleh MCA-Indonesia yaitu menyebarluaskan pengetahuan mulai dari usia sekolah dasar hingga dewasa (Pemerintah, Organisasi Masyarakat dan Masyarakat). Seperti halnya pada hari ini yaitu menyebarluaskan informasi lewat pemutaan film animasi dan komik. Setelah sambutan dari Yayasan BaKTI berakhir, dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah SDN 1 Teratak Bapak Lalu M. Nasir yang sekaligus menjadi pembuka acara sosialisasi tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SDN 1 Teratak menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim BaKTI karena memberikan perhatian berupa terpilihnya SDN 1 Teratak menjadi tempat terselenggaranya kegiatan yang sangat berguna dan menginspirasi anak-anak dan para guru. 

 

Dalam sambutannya, Kepala sekolah juga memperkenalkan sekolah ini juga menjadi binaan lingkungan hidup dan kehutanan. Sehingga kegiatan seperti ini akan bersinergi dengan apa yang dilakukan oleh sekolah. Ini merupakan waktu yang tepat bagi yayasan BaKTI dalam menyelenggarakan acara yang bernuansa lingkungan (hutan), karena sekolah ini juga sudah ditetapkan menjadi sekolah PPPK (Program Pendidikan, Penguatan Karakter) salah satu ciri sekolah yang berkarakter yaitu bisa memahami pentingnya hutan yang tidak hanya identik dengan kayu tapi ada juga yang bisa di manfaatkan seperti HHBK”. Ungkap Kepala Sekolah SDN 1 Teratak.
Setelah sambutan-sambutan dari pihak terkait selesai, masuk lah kegiatan tersebut ke dalam acara inti di mana anak-anak digiring untuk mulai memahami apa itu HHBK. Kak Wawan bersama teman setianya Kakek Udin (Boneka) mulai mengenalkan apa saja sumberdaya hutan selain hasil kayu. Kondisi hutan di Lombok khususnya kini mulai memprihatinkan karena terjadinya banyak tindakan atau upaya pengrusakan hutan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang tidak bertangungjawab, mulai dari penebangan liar hingga alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pertanian bahkan tidak sedikit yang mendirikan bangunan permanen atau pemukiman.
Berbagai macam langkah dilakukan guna mengurangi upaya pengerusakan hutan, sebut saja pemanfaatan HHBK. Menurut cerita Kakek Udin si boneka penggiat lingkungan yang hidupnya sangat tergantung pada hutan. Dalam kisahnya diceritakan bagaimana Kakek Udin kesehariannya yang selalu hidup mengandalkan sumberdaya alam yang berasal dari hutan. Kakek Udin memamerkan rambutnya yang masih kuat dikarenakan minyak kemiri yang tiap hari diamalkan sebagai bahan perawatan rambut. Tidak hanya memanfaatkan kemiri, setiap hari Kakek Udin juga minum madu dan air aren (Tuak Manis). Tidak berhenti sampai di sana, Kakek Udin juga memiliki rumah yang terbuat dari bambu, bukan dari kayu hutan. Bambu merupakan bahan bangunan yang terkenal sejak zaman dahulu. Hal ini bisa dilihat dari peninggalan nenek moyang orang Lombok yang berupa rumah khas yang hingga saat ini masih terjaga.

 

Selain memanfaatkan kemiri, madu, air aren dan bambu, Kakek Udin juga rajin menjaga hutan. Setiap akhir pekan dia melakukan penghijauan dan mencari titik-titik yang rawan longsor dan erosi kemudian ditanami bambu dan tanaman lainnya. Begitulah cerita dari Kak Wawan tentang kisah Kakek Udin yang penuh semangat menjaga kelestarian hutan demi keberlangsungan hidup dan manfaat di masa depan yang akan dinikmati oleh anak cucu dan generasi selanjutnya.
Anak-anak terkesima mendengarkan kisah Kakek Udin, dan berjanji akan sesalu menjaga hutan. Teriakan yang dipandu Kak Wawan memberi semangat walau hampir 2 jam dan di jawab dengan teriakan kompak dari peserta.
Kak Wawan : Kalian siap menjaga hutan???
Peserta : Siappppppppp
Kak Wawan: Kalian siap melestarikan hutan???
Peserta : Siappppppp
Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video animasi yang bertema Hasil Hutan Bukan Kayu. Dalam video ini, anak-anak akan melihat langsung wujud HHBK dan praktek-praktek tentang pemanfaatan HHBK. Sehingga, pemutaran video tersebut membawa harapan besar bagi Yayasan BaKTI untuk memberikan pemahaman yang sesuai harapan pada anak-anak SDN 1 Teratak yang merupakan peserta acara sosialisasi hari itu.
Selesai pemutaran video animasi, Kak Wawan mulai melancarkan aksinya dengan cara memberikan pertanyan-pertanyaan seputar apa yang dibaca dalam buku komik dan dilihat dalam tayangan video yang berdurasi 4 menit 53 detik. Ketika kak wawan melemparkan pertanyaan, anak-anak berebutan untuk menjawab.

 

Berakhirnya pemutaran video yang bertema “Mari Mengenal Hasil Hutan Bukan Kayu” tersebut menandakan bahwa keseluruhan materi tentang pengenalan HHBK sudah disampaikan. Sisanya, karena pihak penyelenggara dalam hal ini Yayasan BaKTI ingin mengetahui sejauh mana anak-anak SDN 1 Teratak mengerti tentang materi yang disampaikan, maka dibagikanlah anak-anak tersebut lembaran-lembaran post test yang menjadi media evaluasi untuk mengetahui tingkat pemahamannya.
Pengumpulan lembaran post test tersebut menjadi akhir dari seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi hari itu. Yayasan BaKTI berharap, dengan upaya sosialisasi yang dilakukan kepada anak-anak yang merupakan agent of change, kelestarian hutan bisa tetap terjaga. Karena pemahaman lingkungan yang ditanamkan sejak dini diyakini mampu melekat dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik di masa depan.
Sebagai penutup, Kak Wawan dan Kak Husnul mengajak anak-anak bernyanyi bersama, dengan sedikit mengubah lirik lagu selamat ulang tahun pada bagian Reff.

“Jaga hutan mu

Jaga hutan mu

Jaga hutan mu, tetap lestari

Tetap lestari

Tetap lestari”

Feedback
Share This: