Peningkatan Kapasitas POKDARWIS Desa Padak Goar dalam Berbahasa Inggris

Anda di sini

Depan / Peningkatan Kapasitas POKDARWIS Desa Padak Goar dalam Berbahasa Inggris

Pesan peringatan

Not able to connect with Facebook

Peningkatan Kapasitas POKDARWIS Desa Padak Goar dalam Berbahasa Inggris

Lombok merupakan sebuah pulau yang memiliki kekayaan alam yang melimpah. Keindahan hutan dan gunung yang membentang dari barat hingga timur pulau Lombok menjadi salah satu bentuk dari kekayaan alamnya. Bukan hanya itu, gugusan pantai yang tak kalah indah juga menjadi pelengkap kekayaan alam yang dimiliki oleh Pulau Lombok. Berbicara tentang pantai yang indah berarti berbicara tentang gili-gili yang juga sangat terkenal dan seringkali menarik minat wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Destinasi wisata yang berupa gili (pulau kecil) tersebut merupakan pilihan terlaris di antara sederet destinasi wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Selama ini, para wisatawan, khususnya wisatawan asing rata-rata hanya mengenal atau pernah berkunjung ke beberapa gili yang bisa dikatakan paling awal dikenal oleh masyarakat di antaranya Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno. Pada kenyataannya, Pulau Lombok menyimpan puluhan gili yang juga tak kalah menarik untuk dikunjungi. Di timur Lombok, tepatnya di Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia terdapat gugusan gili nan cantik disertai dengan keunikannya masing-masing, baik keunikan di daratan maupun di bawah lautnya. Gili-gili tersebut antara lain Gili Bidara, Gili Petagan, Gili Kondo dan Gili Kapal.


Adanya gili-gili tersebut menjadi peluang dalam pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan melalui konsep pengelolaan pariwisata yang mengedepankan prinsip konservasi atau yang biasa dikenal dengan istilah ekowisata. Ekowisata mulai ditawarkan sejak terpilihnya Desa Padak Goar sebagai lokasi dampingan program. Ekowisata menjadi bagian dari upaya dalam menjajakan alam tanpa merusak alam itu sendiri.  Konsep pembangunan ekowisata dapat didefinisikan sebagai wujud nyata pengembangan pariwisata yang bertujuan untuk mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan (alam dan budaya) dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan, sehingga memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat setempat.
Sejak ditetapkannya Desa Padak Goar sebagai lokasi pengembangan ekowisata yang berbasis masyarakat dengan mengedepankan pengelolaan wilayah pesisir yang rendah emisi, secara otomatis masuk ke dalam lingkup kerja Blue  Carbon Consortium (BCC).  Melalui  program Green Knowledge yang didanai oleh Millennium Challenge Account (MCAI) Indonesia, BCC mulai melakukan aktivitas di daerah tersebut. Terpilihnya Desa Padak Goar sebagai lokasi dampingan program didasari dari potensi alam yang dimiliki dan menjadikan hal ini sebagai tantangan dalam mengelola wilayah pesisir melalui sentuhan pariwisata dengan mengedepankan peranan dari masyarakat itu sendiri. Jawaban dari tantangan tersebut terletak pada Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki. SDA dan SDM pada suatu daerah adalah saling berkaitan satu sama lain. Bagaimanapun potensi SDA yang dimiliki suatu daerah akan sia-sia jika tidak dikelola dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Ini lah alasan mengapa SDM suatu daerah sangat penting untuk diperhatikan dan ditingkatkan, lebih-lebih daerah tersebut memiliki potensi alam yang menjanjikan, karena SDM lah yang menjadi penentu mutu produk baik barang maupun jasa yang disuguhkan dalam dunia pariwisata. Artinya, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci untuk meninggikan sebuah nama destinasi wisata di antara sederet destinasi yang kian semakin kompetitif dalam dunia internasional. Berkomunikasi dan berbahasa adalah salah satu keterampilan yang wajib dimiliki oleh masyarakat dalam persaingan dunia pariwisata internasional.


Destinasi wisata di Pulau Lombok semakin hari semakin mendatangkan pengunjung yang berasal dari berbagai belahan bumi. Berkaitan dengan kemampuan berbahasa, tentu saja Bahasa Inggris merupakan bahasa pertama yang harus dikuasai ketika berkomunikasi dengan para pengunjung mancanegara tersebut mengingat Bahasa Inggris adalah bahasa kesatuan dunia yang masih digunakan hingga saat ini. Di negara-negara maju, Bahasa Inggris dijadikan sebagai bahasa kedua (Second Language) yang tidak hanya dipelajari di sekolah tetapi juga diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Berbeda halnya dengan Indonesia di mana Bahasa Inggris merupakan bahasa asing (Foreign Language) yang hanya dipelajari di sekolah formal dan non formal saja tanpa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ini lah yang menyebabkan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan hal yang tidak mudah bagi sebagian besar penduduk Indonesia, penduduk Pulau Lombok salah satunya. Pulau Lombok, khususnya Desa Padak Goar merupakan salah satu daerah di mana penduduknya memiliki penguasaan Bahasa Inggris yang sangat terbatas. Sementara, seperti yang dituturkan oleh salah satu tokoh masyarakat yang bertanggungjawab di Desa Padak Goar, ada sekitar 50 sampai dengan 60 pengunjung mancanegara yang datang ke desa tersebut setiap bulannya. Ini menjadi salah satu kendala yang cukup signifikan dalam menjawab tantangan persaingan dunia pariwisata internasional.


Blue Carbon Consortium (BCC) mulai menjawab tantangan tersebut. BCC memfasilitasi masyarakat melalui Pelatihan berkomunikasi dengan mengunakan Bahasa Inggris yang kini mulai digalakkan. Dalam pelatihan yang sudah berjalan sejak awal Agustus  2017 tersebut, para pihak terkait telah mengatur jadwal pertemuan yaitu 3 kali dalam satu pekan selama dua bulan.
Sore hari mulai pukul 15.00-17.00 WITA dipilih sebagai waktu yang pas untuk melaksanakan proses belajar mengajar Bahasa Inggris tersebut. Dengan dukungan seorang tutor yaitu Ibu Carolina yang memiliki keahlian dalam bidang ini mampu menambah semangat para peserta untuk belajar Bahasa Inggris dengan sungguh-sungguh. Tepat pukul 15.00 WITA peserta sudah mulai duduk di bangku yang sudah disiapkan. Dalam acara tersebut, perserta sesekali diminta untuk berdialog, seperti yang dipraktekkan oleh Irpan (peserta).

Irpan    : Hallo, Good afternoon! Welcome to Gili Lampu Ms!
Tutor    : Hallo, Good afternoon! What is your name?
Irpan    : My name is Irpan, and you?
Tutor    : I am Carolina
Irpan    : Where are you from?
Tutor    : I am from Holland.
Irpan    : Enjoy your vacation at Gili Lampu!  Gili lampu has some destinations such as Gili Kondo, Gili Bidara, Gili Petagan, and Gili Kapal.
Tutor     : wow there must be beautiful.  What if I love snorkeling?
Irpan    : oh… sure! If so, Gili Kondo is the best place for you to stay.

Dalam percakapan tersebut, jelas terdengar bahwa tutor dan Irpan memainkan peran di mana tutor sebagai pengunjung dan Irpan sebagai pemandu wisata yang saat itu sedang menjelaskan informasi lokasi wisata. Karena memang, dalam pertemuan yang ke tujuh kali ini, peserta diajarkan agar mampu berbahasa inggris dalam hal memberikan informasi wisata mulai dari pengenalan hingga fasilitas pendukung yang ada.
Pelatihan Bahasa Inggris yang diikuti oleh para pemandu wisata dan kelompok anak muda Desa Padak Goar merupakan salah satu wujud nyata upaya meningkatkan kualitas SDM dalam pembangunan ekowisata. Hal tersebut akan menjadi modal dalam merespon pasar pariwisata di dunia internasional, lebih-lebih Lombok telah dinobatkan sebagai representatif dari Indonesia menjadi tujuan wisata halal dunia. Oleh karena itu, kegiatan pelatihan berbahasa inggris yang langsung diadakan di lokasi wisata Desa Padak Goar tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu alat untuk menyiapkan masyarakat lokal dalam pesatnya persaingan wisata dunia.

Feedback
Share This: