Sebuah Kemitraan demi Terangnya Pulau Karampuang

Anda di sini

Depan / Sebuah Kemitraan demi Terangnya Pulau Karampuang

Pesan peringatan

Not able to connect with Facebook

Sebuah Kemitraan demi Terangnya Pulau Karampuang

Pagi itu tanggal 19 Mei 2017 hari sedang cerah-cerahnya, jarum jam menunjukkan  pukul delapan kurang lima menit saya dan beberapa tamu undangan  yang akan mengunjungi Pulau Karampuang telah berkumpul di dermaga  yang menjadi tempat yang sangat  vital utamanya bagi masyarakat yang berasal dari Pulau Karampuang. Setiap pagi di dermaga inilah kapal yang mereka tumpangi merapat di kota Mamuju untuk bekerja mancari nafkah, mereka didominasi oleh para ibu yang bekerja sebagai buruh cuci ataupun bekerja dalam urusan domestik. Di sore hari, usai mencari nafkah di kota, mereka akan kembali ke dermaga ini menanti perahu yang membawa mereka kembali ke keluarga mereka, ke Pulau Karampuang. Dermaga ini pula yang dijadikan akses untuk siapapun yang akan berkunjung ke Pulau Karampuang dengan maksud menghabiskan hari libur bersama keluarga.

Pengemudi kapal mengarahkan saya dan rombongan untuk naik ke kapal yang hari itu telah disediakan khusus oleh PT Sky Energi. Kami juga diminta menggunakan pelampung. Penggunaan pelampung ini menajdi standar standar keamanan yang diterapkan oleh PT. Sky Energi bersama PT. IKPT jika hendak berkunjung ke lokasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Pulau Karampuang. Setelah dua puluh menit mengarungi lautan, kapal yang membawa kami bersandar di dermaga Pulau Karampuang. Dari Jauh mulai nampak tulisan “Selamat Datang” Ground Breaking PLTS Pulau Karampuang, Mamuju Provinsi Sulawesi Barat Proyek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia. Sayapun segera melangkahkan kaki menuju ke kerumunan itu.  Di sepanjang jalan telah ramai berjejer rapi perwakilan OPD, tim pelaksana project  bersama masyarakat Pulau Karampuang. Mereka bersiap menyambut kedatangan Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju.

 

Tiga bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 10 Februari 2017  telah ditandatanganinya perjanjian hibah untuk proyek Kemakmuran Hijau Pembangkit Listrik untuk Pulau Karampuang antar MCA-Indonesia dan Konsorsium PT. SKY Energy Indonesia dan PT. IKPT (Inti Karya Persada Teknik) yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan fisik di lapangan. Sebagai tindak lanjut, hari ini digelar kegiatan Ground Breking untuk PLTYS yang bertempat di Aula Desa Karampuang. Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju beserta jajarannya turut hadir, demikian pula OPD baik dari Kabupten Mamuju maupun dari Provinsi Sulawesi Barat, perwakilan MCA-Indonesia, pelaksana hibah dan tentunya yang paling spesial masyarakat Pulau Karampuang.

 

Hengky Loa selaku Direktur PT. Sky Energi dalam sambutannya menuturkan bahwa ”Proyek ini kita targetkan satu-satu di Indonesia yang Based Community. Proyek ini dibentuk satu SPV yang khusus mengelola power tenaga surya yang namanya PT. Karampuang Multi Daya.  Dalam PT ini  saham masyarakat 51 %, dan 49 % dikelola oleh implementer. Jadi benar-benar satu proyek yang bisa menjadi contoh dan harus suistanable sampai 20 tahun. Kami diminta oleh MCA-I untuk memanage proyek ini sampai 20 tahun hingga sosialnya. Harapan kami proyek ini bisa terlaksana satu pembangkit sebelum tujuh belas agustus-an dan target keseluruhan di Desember 2017 kita harapkan proyek ini bisa rampung”.  Lukas Adyakso selaku Deputi Direktur MCA-I menyampaikan “bahwa proyek ini bukan semata-mata bantuan dari pemerintah Amerika melalui Bappenas saja tapi ini sebuah kemitraan. Artinya proyek ini merupakan kerjasama semua pihak terkait, mulai dari pemerintah swasta untuk melakukan konstruksi dan pendampingan yang dijanjikan sampai selesai 20 tahun tetapi juga untuk masyarakat Karampuang yang akan menjadi pelanggan atau pengguna listrik. Perawatan akan menjadi kunci dari semua ini dan musyawarah yang baik untuk menentukan apa yang terbaik untuk mengelola proyek ini juga menjadi keberhasilan kunci dari program ini”.

 

 

Gubernur Sulawesi Barat, H. Muh. Ali Baal Masdar mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah dan MCA-Indonesia sebagai motor penggerak dan inisiator atas terlaksananya project PLTS di Pulau Karampuang. Dalam kesempatan yang sama pula beliau menegaskan pentingnya keberlanjutan program serta partisipasi masyarakat Pulau Karampuang terhadap keberlanjutan project.  

 

Informasi yang diperoleh dari Manager PT. IKPT, Afriyandra,  di momen yang sama terkait progress project di mana Pembangunan PLTS difokuskan pada empat titik yakni saat ini di PLTS I  yang berada di Dusun Gunung Gembira akan menerangi Dusun Karampuang 1, Joli dan sebagian Batubira telah dilakukan penggalian solar panel dan minggu depan akan dilakukan pengecoran, PLTS 2 berada di Dusun Karayang akan menerangi Dusun Karayang, Baja dan sebagian Batubira, dan pada tanggal 18 Mei 2017 kondisinya untuk pondasi sudah selesai dan minggu depan sudah naik rumah gardunya untuk pondasi 30 set solar setnya. PLTS 3 berada di Dusun Ujung Bulo akan menerangi  Ujung Bulo, Ujung Bolu Wisata, Sepang dan  saat ini pondasi sudah dilakukan dan minggu depan solar panel kita lakukan pengecoran, PLTS 4 berada didusun Karampuang 2 akan menerangi Dusun Karampuan 2, Nangka dan sebagian Sepang. Adapun tantangan paling besar adalah berada pada PLTS 4 karena lokasinya tinggi, air sulit, didominasi oleh bebatuan, dan kami tidak ada alat berat yang diturunkan dari bukit diratakan dengan Quality Qontrol dan diinpeksi dari MCA-I harus sesuai standar engenering, yang dibanggakan adalah 75 % yang mengerjakan ini adalah penduduk Karampuang mereka nelayan tapi bisa kerjasama dengan kami ini adalah suatu apresiasi dari kami”.

 

Setelah kegiatan berakhir, saya dan bersama rombongan ikut serta dalam kunjungan ke beberapa lokasi Proyek PLTS. PLTS 2 yang berada di Dusun Karayang menjadi lokasi kunjungan kami yang pertama yang ditempuh dengan kapal kurang lebih 10 menit lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 15 menit,  Lokasi berikutnya adalah PLTS 1 yang berada di Dusun Gunung Gembira kami menempuhnya dengan berjalan kaki selama 20 menit, baik PLTS 1 dan 2 akses jalan cukup baik dan sebagai kunjungan terakhir dipilihlah PLTS 3 yang berada di Dusun Ujung Bulo dengan berjalan kaki 15 menit dan untuk menuju lokasi tersebut kondisi jalan menanjak sehingga harus berhati-hati apalagi saat itu sedikit hujan dan jalan agak berlumut. Karena hari sudah sore maka kunjungan ke PLTS. 4 yang berada di Dusun Karampuang 2 diurungkan apalagi mengingat medan yang lebih sulit dibanding lokasi PLTS lainnya sehingga kapal yang kami tumpangi melanjutkan perjalanan laut menuju kota Mamuju sebagai tanda berakhirnya liputan hari itu.

 

 

Feedback
Share This: