Sosialisasi Video Animasi dan Komik Hasil Hutan Bukan Kayu di Sumba Timur

Anda di sini

Depan / Sosialisasi Video Animasi dan Komik Hasil Hutan Bukan Kayu di Sumba Timur

Pesan peringatan

Not able to connect with Facebook

Sosialisasi Video Animasi dan Komik Hasil Hutan Bukan Kayu di Sumba Timur

Tanggal 10 Oktober 2017, Yayasan BaKTI memfasilitasi Pemutaran Video Animasi dan Diseminasi Komik "Mari Mengenal Hasil Hutan Bukan Kayu" di Sumba Timur-NTT. Kegiatan yang diadakan di Aula Gedung Umbu Tipuk Marisi, Waingapu ini diikuti oleh 100 pelajar kelas IV, V dan VI dari SDN Inpres Kalu dan SDM Payeti 1 Sumba Timur serta SD Waihibur Sumba Tengah dan guru pendamping sebanyak 15 orang.  Semangat untuk mengikuti sudah terlihat dari anak-anak ini ketika mereka tiba di lokasi acara.  Sambil mengantri dengan tertib, para siswa ini lalu mengisi daftar hadir yang sudah disediakan panitia. Siswa yang sudah mengisi absen, kemudian diarahkan untuk membuka sepatu, menaruh dengan rapi dan mengambil tempat duduk diatas karpet yang sudah tersedia di dalam ruangan. Para guru pendamping mengambil tempat duduk di sisi belakang tempat acara.

 

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumba Timur Bapak Ruben Ngguli Ndima. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa buku komik sesungguhnya bagian dari kurikulum  pendidikan.  Presiden jokowi telah mengeluarkan pelpres 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter disingkat PPK. Bicara karakter berarti bicara tanggung jawab dimana anak-anak perlu diedukasi untuk bertanggung jawab terhadap alam di Sumba timur.  Pak Ruben juga setuju dan sepakat bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. Apresiasi dan terimakasih kepada BaKTI yang punya kepedulian terhadap Sumba Timur.

 

 

“Setelah menonton dan mendapat pengetahuan, bapak ibu pendamping ketika kembali ke sekolah penyadaran akan lingkungan dapat terus dikembangkan. Tidak hanya anak-anak nonton dan baca buku komik hari ini tetapi ada output dan impact yang paling penting” ungkap Pak Ruben.

Acara kali ini dipandu oleh Kak Heru, pendongeng asal Makassar sebagai host dan didampingi oleh Ibu Sonya, salah seorang guru SD di Waingapu.  Sejak anak-anak datang dan duduk, Kak Heru sudah mengajak mereka melakukan yel-yel dan menyanyi dengan gembira lewat lagu-lagu yang membangkitkan semangat.  Salah satunya lagu pramuka yang sudah diganti liriknya. 

Minggir dong 3x 
Penjaga hutan mau lewat
Kami punya hutan
Yang harus kita jaga
Minggir dong 3x

 

 

Masuk ke acara inti pemutaran video animasi. Video animasi berdurasi 5 menit ini cukup menarik perhatian anak-anak.  Di tengah-tengah dan di akhir sesi, kak Heru memberikan kuis seputar informasi yang ada dalam video yang telah ditonton. Anak-anak dengan antusias menunjuk tangan keatas untuk menjawab.  Siswa yang menjawab dengan benar akan mendapat hadiah berupa alat tulis.

Sesi selanjutnya, anak-anak dibagi menjadi 5 kelompok besar dengan metode menghitung 1-5. Tujuannya agar anak yang berasal dari sekolah yang sama tidak berada dalam satu kelompok namun mereka akan mendapat teman kelompok dari sekolah lain. Nama-nama kelompok diambil dari hasil hutan bukan kayu yakni kelompok kemiri, kelompok Aren, kelompok madu, kelompok bambu dan kelompok pellet kayu.  Sambil duduk di dalam kelompok masing-masing, anak-anak kemudian diminta untuk membaca buku komik mengenal hasil hutan bukan kayu, yang telah dibagikan kepada mereka masing-masing. Nampak terlihat wajah serius dan suara yang sedikit berisik karena anak-anak membaca sambil mengeluarkan suara. 

 

 

Selesai membaca komik, Kak Heru lalu meminta setiap kelompok mengajukan pertanyaan ke kelompok lainnya. Mis: 1 orang anak dari kelompok madu, akan mengajukan pertanyaan ke kelompok bamboo tentang hal-hal yang ada di dalam buku terkait dengan bamboo. Begitu seterusnya sampai semua kelompok mendapat giliran.  Bagi anak yang bisa menjawab dengan benar akan mendapat hadiah.

Dalam sesi terakhir, anak-anak kemudian dkumpulkan lagi menjadi satu karena Kak Heru akan mendongeng tentang salah satu hasil hutan bukan kayu yakni bamboo. Kisahnya mengenai pohon bamboo yang tahan walaupun diterjang oleh angin kencang karena pohon bamboo mempunyai akar serabut yang sangat kuat.  Ekspresi berbeda-beda nampak diwajah anak-anak tersebut mendengar suara dan gerakan tubuh Kak Heru yang sangat lucu.  

 

 

 

Reinaldy, siswa SDM Payeti 1 yang ditanya kesannya tentang acara ini mengatkan bahwa acaranya lucu dan menarik.  "Saya suka buku komiknya, saya dapat banyak pengetahuan tentang hasil hutan bukan kayu" ungkap Reinaldy. **

Feedback
Share This: