Berita

Anda di sini

Depan / Berita

WWF Indonesia Pasang Alat Pendeteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan di HLG Londerang

Tanjabtim – WWF Indonesia Program RIMBA memasang tiga unit alat pendeteksi dini kebakaran hutan dan lahan di areal Hutan Lindung Gambut (HLG) Londerang. Pemasangan ini dilakukan terkait dengan upaya mengantisipasi kebakaran seperti peristiwa yang terjadi pada 2015 lalu. “Rencananya akan kita pasang sebanyak 7 unit. Satu unit bisa  mengcover area...

Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan

Kemiskinan menjadi pokok pembahasan yang semakin hangat dibicarakan, tidak terkecuali di Nusa Tenggara Barat (NTB). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTB yang dirilis tahun 2016, jumlah penduduk miskin sebanyak 804.442 jiwa. Angka ini tersebar di beberapa kantong kemiskinan, salah satunya di pinggiran hutan. Munculnya kata miskin ini seringkali...

Pawai Alegoris Bersama Perempuan HKm Santong

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) yang ke-72 Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menggelar kegiatan Pawai Alegoris (18/08/2017). Sejumlah element kelompok masyarakat Kabupaten Lombok Utara mengikuti Pawai Alegoris seperti Lembaga Pendidikan Negeri maupun Swasta, Instansi Pemerintah, Swasta dan Kelompok Masyarakat....

Mempersiapkan Orang Muda Untuk Pariwisata Minat Khusus Tenun Ikat Sumba Timur

Menurut World Tourism Organization (1985), Pariwisata Minat Khusus didefinisikan sebagai “pariwisata minat khusus melibatkan kelompok atau individu dan dijalankan oleh mereka yang ingin mengembangkan minat tertentu serta mengunjungi situs-situs atau tempat-tempat yang berhubungan dengan hal yang spesifik”. Pariwisata minat khusus menawarkan tingkatan...

Sangkep Beleq Memperkuat Kebijakan Untuk Menetapkan Salut Sebagai Sentra Kemiri

Masyarakat sekitar hutan mempunyai keterikatan yang sangat erat dengan hutan di wilayahnya. Demikian juga keterikatan masyarakat yang ada di wilayah Hutan Kemasyarakatan (HKm) Santong Group, Kabupaten Lombok Utara. Saat ini, hutan Santong dikelola oleh petani yang tergabung dalam empat wilayah HKm yaitu Santong, Selengen, Salut dan Mumbulsari. Keempat...

Alternatif Pengolahan Cumi untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Pero Konda, Sumba Barat Daya

Blue Carbon Consortium (BCC) yang merupakan kolaborasi antara Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor (PKSPL IPB), Perkumpulan Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) dan  Training and Facilitation for Natural Resources Management (TRANSFORM) telah bekerja sejak bulan September 2015 di Sumba dengan...

RAD HHBK, Langkah Serius Pemerintah NTB Mengembangkan HHBK

Mengingat potensi HHBK baik dalam kawasan hutan maupun di luar kawasan hutan cukup besar, maka pemerintah daerah perlu memberikan pengaturan yang dapat memberikan kemudahan dan keuntungan ekonomi kepada masyarakat terutama yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Pengaturan tersebut merupakan wujud keberpihakan pemerintah dalam mengurangi jumlah masyarakat...

Menangkap Peluang Replikasi Aktivitas Peningkatan Ekonomi Ramah Lingkungan untuk Sumba Barat

Proyek Kemakmuran Hijau MCA Indonesia hingga saat ini telah tiba pada tahap implementasi kegiatan. Dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai aktivitas tersebut, pada Selasa 22 Agustus 2017 Pemerintah kabupaten Sumba Barat melaksanakan rapat koordinasi. Rapat berlangsung di Aula Bappeda dan melibatkan beberapa SKPD serta penerima hibah...

Dari Kunjungan Kerja ke Kebijakan

Pagi di tanggal 25 Agustus lalu merupakan jadwal kunjungan kerja Tim Pengendalian Pencemaran Sungai Provinsi NTB ke salah satu lokasi dampingan Hivos-Yayasan Rumah Energi (YRE) di Kabupaten Lombok Tengah. Tepatnya, ke Desa Bare Julat kecamatan Jonggat. Lokasi yang dituju adalah Dusun Loang Sawak. Di dusun tersebut terdapat 50 KK peternak Sapi yang telah...

Penggiat Ekowisata Lombok Utara Bertandang ke Wilayah Kerja RMI-Gema Alam

Pringgasela selatan merupakan sebuah desa baru yang terbentuk dari hasil pemekaran Desa Pringgasela Induk pada tahun 2008. Sejak zaman dahulu Desa Pringgasela dikenal sebagai sentra pengrajin tenun. Tenun di Pringgasela sudah ada sejak abad ke 14 M. Menurut penuturan para penenun dan hingga saat ini kegiatan menenun masih lestari, bahkan tenun juga...

Halaman