Pengenalan SPRE dan KLHS dalam Konteks Pembangunan Pesisir

Anda di sini

Depan / Pengenalan SPRE dan KLHS dalam Konteks Pembangunan Pesisir

Pesan peringatan

Not able to connect with Facebook

Pengenalan SPRE dan KLHS dalam Konteks Pembangunan Pesisir

Low Emission Development Strategy (LEDS) atau Strategi Pembangunan Rendah Emisi (SPRE) sudah sangat dikenal dan berkembang baik negara maju dan berkembang. Berawal Konferesi Tingkat Tingi (KTT) Bumi yang digagas oleh United Nation Conference on Environmental and Development (UNCED), para peserta yang hadir menghasilkan salah satu kesepakatan rumusan kerangka kerja Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk program pengurangan perubahan iklim atau lebih dikenal dengan sebutan United Nations Framework Convention on Climate Change Lima Call for Climate Action (UNFCCC) pada 1992 di Rio de Janeiro-Brasil. Jika ditilik lebih jauh, UNFCCC merupakan penekanan dari implementasi konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Dinamika kepedulian dunia terhadap perubahan iklim global terus teradaptasi dari waktu ke waktu. Walaupun UNFCCC mulai diberlakukan sejak 1994, SPRE baru mulai diperkenalkan pada Conference of Parties (COP 15) pada 2009 yang diselenggarakan di Copenhagen. Sejak saat itu, SPRE terus berkembang dengan menerapkan strategi mitigasi dan adaptasi untuk penurunan emisi gas rumah kaca (greenhouse gas). Dan pada COP 21 di Paris, yang menelurkan “Paris Agreement”, peserta konferensi juga telah menyepakati salah satu kesepakatan untuk melakukan upaya-upaya menekan peningkatkat suhu bumi kuran dari 2 derajat selsius atau lebih dikenal dengan gerakan 2C.

Feedback
Share This: